Sejarah Pualam
1. Gunadi Triyono
2. Dadan Ramadhan
3. Ari Purwanto
Proses pembentukan PUALAM disaksikan oleh 2 saksi guru, yaitu:
1. Bpk. Dedi Supriyadi
2. Bpk. Drs Cece Hidayat
Perhimpunan Siswa Siswi Penjelajah Alam SMAN 4 BEKASI
“Assalamu'alaykum wr. wb."
“Welcome To The Jungle!”
“Salam Rimba!”
Pada umumnya perhimpunan atau perkumpulan kegiatan alam bebas
menggunakan nama “Pecinta Alam”, sedangkan PUALAM mengambil nama
“Penjelajah Alam”, karena PUALAM berpendapat bahwa Pecinta Alam itu
belum tentu Penjelajah Alam sedangkan Penjelajah Alam sudah pasti
Pecinta Alam. Pendapat ini diperoleh dari pengertian bahwa untuk menjadi
seorang Penjelajah Alam harus mencintai Alam, sedangkan seorang Pecinta
Alam tidak harus menjelajah Alam.
Pualam adalah kata lain dari batu marmer yang mempunyai sifat dasar keras, kokoh, dan kuat. Dari sifat-sifat dasar itulah nama Pualam digunakan sebagai nama dari Perhimpunan Siswa Penjelajah Alam SMAN 4 Bekasi.
Kegiatan PUALAM ada cukup banyak, tetapi yang paling inti adalah :
- Pendakian Gunung (Mountaineering)
- Pemanjatan Tebing (Climbing)
- Dayung (Oaring)
Dalam misinya sebagai Penjelajah sekaligus Pecinta Alam, PUALAM menerapkan beberapa semboyan, antara lain :
- Mendaki melihat keagungan, menapak kaki di Bumi menggapai prestasi (PUALAM SMAN 4 BEKASI)
- Tuhan bersama orang-orang berani (Jaya Giri)
- Mountaineers are always freeman (Colorado people)
- All for one, One for all (Team)
- Jangan mengambil apapun kecuali gambar, Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, Jangan membawa apapun kecuali kenangan.
- Mengharapkan untuk yang terbaik, mempersiapkan untuk yang terburuk.
Untuk bisa mengikuti kegiatan-kegiatan itu kita harus mendalami segala
teknik-tekniknya. Dengan menjadi seorang penjelajah alam kita bisa
lebih bijak terhadap alam, dengan tidak mengeksploitasi alam dan
memanfaatkan sebesar-besarnya serta kita bisa lebih bertanggung jawab
terhadap alam, karena peranan alam sangat penting bagi kita sebagai
manusia.
