Jumat, 20 September 2013

Sejarah Pualam

PUALAM atau yang disebut Perhimpunan Siswa Penjelajah Alam SMAN 4 Bekasi lahir pada tanggal 11 Juni 1990 di Curug Cinulang, Cicalengka, Bandung, Jawa Barat pada pukul 22.10. Para pendiri (The Founding Father) dari PUALAM yaitu:
1. Gunadi Triyono
2. Dadan Ramadhan
3. Ari Purwanto

Proses pembentukan PUALAM disaksikan oleh 2 saksi guru, yaitu:
1. Bpk. Dedi Supriyadi
2. Bpk. Drs Cece Hidayat


Perhimpunan Siswa Siswi Penjelajah Alam SMAN 4 BEKASI

“Assalamu'alaykum wr. wb."
“Welcome To The Jungle!”
“Salam Rimba!”
 
Pada umumnya perhimpunan atau perkumpulan kegiatan alam bebas menggunakan nama “Pecinta Alam”, sedangkan PUALAM mengambil nama “Penjelajah Alam”, karena PUALAM berpendapat bahwa Pecinta Alam itu belum tentu Penjelajah Alam sedangkan Penjelajah Alam sudah pasti Pecinta Alam. Pendapat ini diperoleh dari pengertian bahwa untuk menjadi seorang Penjelajah Alam harus mencintai Alam, sedangkan seorang Pecinta Alam tidak harus menjelajah Alam.

Pualam adalah kata lain dari batu marmer yang mempunyai sifat dasar keras, kokoh, dan kuat. Dari sifat-sifat dasar itulah nama Pualam digunakan sebagai nama dari Perhimpunan Siswa Penjelajah Alam SMAN 4 Bekasi.

Kegiatan PUALAM ada cukup banyak, tetapi yang paling inti adalah :
  • Pendakian Gunung (Mountaineering) 
  • Pemanjatan Tebing (Climbing)
  • Dayung (Oaring)
Dalam misinya sebagai Penjelajah sekaligus Pecinta Alam, PUALAM menerapkan beberapa semboyan, antara lain :
  • Mendaki melihat keagungan, menapak kaki di Bumi menggapai prestasi (PUALAM SMAN 4 BEKASI) 
  • Tuhan bersama orang-orang berani (Jaya Giri)
  • Mountaineers are always freeman (Colorado people)
  • All for one, One for all (Team)
  • Jangan mengambil apapun kecuali gambar, Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, Jangan membawa apapun kecuali kenangan.
  • Mengharapkan untuk yang terbaik, mempersiapkan untuk yang terburuk.
Untuk bisa mengikuti kegiatan-kegiatan itu kita harus mendalami segala teknik-tekniknya. Dengan menjadi seorang penjelajah alam kita bisa lebih bijak terhadap alam, dengan tidak mengeksploitasi alam dan memanfaatkan sebesar-besarnya serta kita bisa lebih bertanggung jawab terhadap alam, karena peranan alam sangat penting bagi kita sebagai manusia.

“SALAM RIMBA!” - “SALAM LESTARI!”.

“Wassalamu'alaykum wr. wb."




 Kami mempersembahkan: